Ajarkan Kemandirian Pada Anak

Written by Wiro on October 20, 2020 in Agar anak cepat tinggi with no comments.

Saat bermain puzzle, tangan anak akan terus aktif bergerak untuk mencari dan mencocokkan kepingan yang hilang. Orang tua bisa mengenalkan permainan puzzle sejak anak berusia bulan. Kemudian di usia 2-3 tahun, asah keterampilan anak dengan mengajaknya menyusun potongan-potongan puzzle berukuran besar. Anak selalu ingat janji Anda dan akan selalu menagihnya hingga terpenuhi. Selain itu memberi janji tanpa menepati akan mengajarkan anak untuk ingkar janji. Kunci utama dalam mengatasi tantrum pada anak adalah orangtua harus tetap tenang.

Tidak perlu mahal, yang penting ia mampu memahami konsep disiplin yang dijalani dengan baik, akan membuahkan hasil yang baik pula. Lama kelamaan Si Kecil akan terbiasa dan merasa senang menerapkan aturan yang berlaku kapan dan di mana saja. Ketika Si Kecil, melakukan kesalahan atau melanggar peraturan yang berlaku, biarkan dia menerima konsekuensinya. Tidak mudah memang untuk orang tua melihat Si Kecil sedih. Namun, hal ini bermanfaat agar Si Kecil bisa mengubah sikap yang kurang baik.

Melatih kesabaran pada anak

Ketiga, sabar dalam menahan diri untuk tidak melakukan maksiat. Terapkanlah disiplin yang tegas dengan penuh kasih sayang. Anda dapat melakukannya dengan cara menghargai perilaku baik yang anak lakukan dan mencegah perilaku negatif yang berada di luar kendali.

Di samping itu, orang tua juga perlu menyiapkan kesabaran dari dalam diri sendiri seluas mungkin. Sebab meski melatih anak bentuknya sederhana, mengawali dan tetap konsisten menjalani bukan perkara gampang. Dari menentukan kapan dimulai, memulai obrolan, mengajaknya terjun langsung, dan terus berkelanjutan. Menghadapi perubahan perilaku si anak, tak jarang orang tua hilang kesabaran dan bahkan menerapkan hukuman fisik pada si anak yang beranjak remaja tersebut. Masalahnya, hukuman fisik, dan ungkapan-ungkapan kasar dari orang tua cenderung membuat anak terluka.

Berhentilah mengeluh, carilah cara yang tepat untuk mengatasi dan memperbaiki kekurangan anak Anda. Diskusikan bersama pasangan atau orang tua Anda bagaimana cara mengubah kenakalan atau kekurangan lainnya. Bila perlu, diskusikan dengan psikolog anak untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat. Ketika suaminya hendak masuk ke rumah, istri itu menyambutnya dengan senyum ramah. Ia sembunyikan kesedihan dan ia sambut suaminya dengan mengajaknya makan.

Comments are closed.