Dokter Spesialis Paru

Written by Wiro on October 14, 2020 in Agar anak cepat tinggi with no comments.

Setelah membayangkan semua itu, kalikan semua perasaan yang muncul dalam diri Anda dengan a thousand. Seperti itulah kira-kira yang terjadi di dalam diri anak Anda ketika Anda marah padanya. Tentu saja, kita semua pasti pernah marah pada anak, bahkan terkadang marah besar. Yang menjadi masalah di sini adalah, bagaimana menggunakan kedewasaan kita untuk mengendalikan ekspresi kemarahan kita dan memperkecil dampak negatifnya. Anak yang mengalami kekerasan fisik seperti dipukul, terbukti menunjukkan perilaku negatif di kemudian hari sebagai dampak dari kekerasan fisik yang pernah dialaminya dulu.

Bila orangtua bisa cari tahu apa yang menyebabkan emosi dan marah, maka orangtua bisa punya kesempatan lebih baik untuk menghindarinya. Dalam ceramahnya, Gus Baha mengingatkan agar siapapun yang menjadi orang tua untuk tidak mudah memarahi anak ketika mereka melakukan hal-hal yang dianggap negatif. Seperti naik pohon, berisik di masjid, memecah gelas, dan lain sebagainya. Bagian ini bisa jadi bagian paling sulit yang dapat dilakukan orang tua karena setiap anak memiliki perilaku yang berbeda. Orang tua harus mampu memberikan penjelasan tentang bahaya pengunaan telepon genggam terlalu lama.

Namun bagaimanapun, menghadapi orangtua yang selalu merasa benar adalah hal yang pasti terjadi. Terlepas dari bagaimana sifat dan pola pengasuhan orangtua, akan ada saja friksi atau gesekan tentang beragam hal. Penting untuk mengetahui bahwa Anda tidak meninggalkan anak-anak dalam keadaan tertekan. Jelaskan bahwa COVID-19 tidak ada kaitannya dengan penampilan, negara asal, atau bahasa seseorang. Sampaikan kepada anak bahwa kita bisa mengasihi mereka yang tengah sakit atau petugas medis yang terus bekerja.

Diriwayatkan dalam hadits, saat mengurus anak, orang tua seharusnya bisa ‘bertindak seperti anak-anak’ ketika sedang bersama Si Kecil. Artinya, orang tua harus memahami anak-anaknya dengan lebih baik. Nah, sel otak tersebut akan berkembang sempurna tergantung pada stimulasinya. Jadi, jika anak lebih sering dibentak dibanding diberi stimulasi terkait kecerdasan, maka bukan tak mungkin sel-sel otak tersebut akan rusak.

Cantumkan waktu-waktu untuk kegiatan terarah dan kegiatan santai. Inilah situasi sulit bagi anak, baik yang berusia muda maupun remaja, dan orang dewasa. Ketika orang tua dan anak terlibat dalam satu masalah, orang tua harus menahan diri untuk tidak membentak dan tidak kehilangan kontrol atas emosinya. Pasalnya, membentak hanya akan mengajarkan anak bahwa melakukan hal yang sama pada orang tua bisa dilakukan. Jadi pastikan untuk tidak membentak anak ketika anak melakukan kesalaahan.

Metode ini juga bisa Anda lakukan saat anak Anda melakukan kesalahan. Tunjukkan pada mereka bagaimana cara melakukan sesuatu dengan benar atau cara memperbaiki kesalahan yang telah mereka buat sambil memberikan penjelasan. Seorang anak harus memahami bahwa orang tua sudah mengasuh dan membesarkannya tanpa lelah. Sehingga, seorang anak wajib berbuat baik dan berusaha menyenangkan hati orang tua dengan melakukan apa yang orang tua minta. Begitu anak mendengar orang tua memanggilnya, maka ia harus segera datang.

Berbicara dengan anak tanpa membentak

Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa bentakan mempunyai efek negatif pada otak anak. Mengutip dari Kompas.com, dokter ahli ilmu otak dari Neuroscience Indonesia, Amir Zuhdi, menjelaskan, ketika orang tua membentak, anak akan merasa ketakutan. Saat muncul rasa takut, produksi hormon kortisol di otak meningkat. Nah, kini Anda telah mengetahui dampak negatif ayah yang sering marah terhadap perkembangan psikologis anak.

Comments are closed.