Ingat, 1 Bentakan Bisa Rusak Miliaran Sel Otak Anak

Written by Wiro on October 14, 2020 in Agar anak cepat tinggi with no comments.

Dua kebiasaan tersebut ternyata berbahaya dan dapat membawa pengaruh kurang baik bagi tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Mengutip laman Boldsky, Selasa 23 Desember 2014, berikut beberapa alasan yang menjadikan berteriak dan membentak tidak baik untuk anak. Tanpa harus memarahi, melakukan kekerasan berupa cubitan atau kata-kata kasar, berikut ini rangkuman Popmama.com yang bisa Mama lakukan untuk mengatasi kenakalan si Kecil. Hal ini mungkin membuat anak bisa memaklumi kesalahan yang orangtuanya lakukan, sama halnya dengan Anda yang bisa menahan diri untuk tidak marah pada anak.

Berbicara dengan anak tanpa membentak

Jika dilibatkan, anak lebih mungkin akan mengikuti jadwal dengan baik. Di sisi lain, ditutupnya sekolah merupakan kesempatan untuk mendekatkan hubungan dengan anak-anak kita. Caranya bisa dengan membuat kegiatan istimewa bersama masing-masing anak. Cara free of charge dan seru ini membuat anak merasa dicintai, aman, sekaligus mengetahui bahwa dirinya penting. Orang tua bisa membatasi penggunaan gawai pada anak dengan membatasi area tertentu bebas gawai.

Kalian juga dapat mencoba teknik-teknik relaksasi maupun teknik kontrol diri agar kalian dapat meregulasi emosi dengan lebih efektif. Semakin sering anak dibentak maka akan semakin tidak perduli dia. Anak akan cenderung bersikap dingin dan tak perduli akan keadaan sekitar.

Sebagai seorang manusia, dalam mengatasi suatu masalah terkadang kita berada dalam kondisi “fight or flight , dan anak kita yang menyebalkan itu akan terlihat sebagai musuh yang harus kita hadapi. Di saat kita diliputi kemarahan, secara fisik tubuh kita siap untuk berkelahi. Jadi mulai sekarang, buatlah komitmen untuk Tidak memukul, Tidak menyumpah, Tidak memanggil anak dengan sebutan kasar, atau Tidak memberikan hukuman apa pun di saat kita sedang marah. Jangan pernah melakukannya pada anak Anda, itu artinya Anda sedangtantrum. Kemarahan Anda tidak hanya akan menyakitinya tapi juga akan dicontoh olehnya.

Memukul akan mengajarkan anak- anak bahwa menyakiti orang lain itu diperbolehkan, dan ini dapat membuat mereka percaya bahwa cara memecahkan masalah adalah dengan menggunakan kekerasan. Oleh karena itu, untuk mendisiplinkan anak, hindari memukul atau menyakiti anak secara fisik. Hembuskan dan ulangi beberapa kali, sampai emosimu lebih stabil.

Hal ini karena membentak anak rasa trauma atau takut, sedangkan anak butuh kepercayaan diri yang seharusnya didukung oleh orang tua. Berkomunikasi dengan anak pun, kita juga perlu bersikap asertif. Pastikan upaya Anda untuk “meningkatkan volume” dan memperlambat pola bicara tidak dianggap merendahkan. Bahkan jika orang tua mengalami demensia atau gangguan pendengaran yang ekstrem, hindari berbicara seolah-olah mereka anak-anak.

Sehingga yang perlu dilakukan adalah berkumpullah dengan anak dan ajukan pertanyaan untuk sampai ke akar permasalahan. Mengetahui alasan di balik membantahnya anak dengan cepat dapat memudahkan untuk memahami dan menyelesaikan masalah. Walaupun Anda sangat mencintai anak Anda, menuruti semua keinginannya bukanlah cara mendidik anak dengan benar. Tindakan tersebut hanya akan membuat anak Anda menjadi anak yang manja dan selalu mengandalkan orang lain. Biasakanlah anak Anda untuk berusaha mengerjakan tugas mereka sendiri agar mereka dapat belajar bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri. Akan tetapi, perlu diingat bahwa memarahi, meneriaki, atau mungkin mengumpat anak bukanlah solusi yang tepat.

Jika Anda sedang merasa lelah atau dangerous temper, coba ambil waktu sejenak untuk menenangkan diri.

Comments are closed.