Pengaruh Negatif Berteriak Pada Anak

Written by Wiro on October 14, 2020 in Agar anak cepat tinggi with no comments.

Ditambah dengan berbagai permasalahan baik di dalam maupun di luar keluarga, membuat anak menjadi pelampiasan emosi orang tua. Tekanan dari luar kerap menjadi penyebab orang tua sering ‘kelepasan’ hingga memarahi atau bahkan membentak anak. Semakin tenang kamu berbicara, maka semakin mudah juga kamu menenangkan perasaan serta menahan emosi. Dan sebaliknya, jika kamu menggunakan kata makian atau membentak anak, maka semakin naik juga emosi dalam dirimu.

Selain itu, menghukum anak secara berlebihan tidak akan memberinya pemahaman bahwa yang dia lakukan salah, melainkan membuat jarak makin besar antara anak dan orangtua. Hal-hal seperti itu membuat anak semakin memiliki kesempatan untuk mencontoh perilaku orangtuanya dan dapat ia terapkan di kemudian hari. Bila pola pengasuhan yang salah ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu otak anak. Jika seseorang suami dibentak atau di dzalimi oleh istrinya, jadi beberapa bidadari di surga bakal geram pada istri yang memarahi suaminya. Jangan pernah anda sebagai suami untuk membentak istri apalagi hal tersebut dilakukan berkali kali sebab kepedihan tersebut akan terlihat di mata istri dan menghancurkan hatinya. Ketika anak remaja ingin melakukan hal yang menyimpang, tentunya kewajiban guru adalah mencegahnya.

Berbicara dengan anak tanpa membentak

Dalam hal ini, Rasulullah menyatakan sikap kepada sahabat tersebut melalui hadits berikut ini. Si Kecil akan kembali mengulangi ucapan kasar atau kotornya hanya untuk memancing emosi Bunda. Alih-alih memperbaiki perilaku si remaja, diteriaki atau dibentak orang tua justru sebenarnya akan memperburuk perilakunya. Untuk memastikan Anda tidak menegur anak secara berlebihan, pilih posisi berbicara yang nyaman, misalnya sambil duduk bersama, bukan berdiri. Usahakan juga untuk tidak menegur anak di depan orang lain seperti kakak dan adiknya atau asisten rumah tangga supaya Anda terhindar dari tekanan untuk mendisiplinkan anak terlalu keras.

Untuk Mama yang belum mengetahui dampak-dampak negatif dari bersikap kasar ke anak lainnya, berikut beberapa rangkuman dari Popmama.com mengenai hal ini. Anak-anak yang tidak nyaman dengan kondisi rumahnya pasti akan berpengaruh buruk pada si Anak. Mulai dari berdampak dengan kepribadiannya sendiri hingga hubungan bersama orang lain. Perhatikan dan jaga nada suara saat berbicara agar tidak meledak-ledak. Orangtua mungkin pernah merasa bahwa membentak anak membuatnya lebih menghormati Anda. Padahal, anak yang terlalu sering dibentak merasa dirinya tidak berharga.

Ini akan memberikan anak tempat aman untuk melampiaskan tanpa takut diketahui saudara atau tetangga. Perlu kesabaran lebih dari Moms untuk menenangkan anak ketika marah. Semakin sering dilatih, kita bisa menguasai diri dan membuat anak mengerti bahwa perilakunya salah. Lalu, bagaimana jika kalian termasuk orang yang amarahnya meledak-ledak? Yang pertama yang dapat kalian lakukan adalah berusaha untuk mengatasinya.

Perasaan wanita yang sangat lembut dan penuh kasih sayang tentunya akan merasa sakit hati dan patah hati dengan bentakan yang diberikan oleh suami. Untuk itu, setiap suami harusnya berpikir ulang untuk berbicara dengan keras pada istri. Sebuah teguran, larangan, dan hukuman terjadi ketika timbul sebuah kesalahan yang telah dilakukan oleh anak.

Patut diwaspadai, anak-anak akan selalu merasa bahwa mereka hanyalah anak yang selalu melakukan kesalahan, tidak pernah bisa berbuat kebaikan atau menyenangkan orang lain. Jika hal itu sampai dilakukan, para orangtua akhirnya harus menanggung sendiri risiko anak tumbuh dengan pribadi yang tidak diharapkan. “Bila sering di bentak, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang agresif, pemalu atau minder, rendah diri,“ ujarnya. Setiap anak terlahir istimewa dengan keunikan dan sifat masing-masing yang berbeda. Namun, membesarkan dan mendidik anak memang tak semudah yang diucapkan.

Comments are closed.