Simak, 5 Cara Ampuh Cegah Anak Kecanduan Gadget

Written by Wiro on June 23, 2020 in Beberapa langkah untuk membuat anak anteng with no comments.

Berikut ideas dan saran IDAI untuk meminimalisir anak kecanduan gadget selama PJJ. Gadget memang bisa digunakan oleh anak dalam proses belajarnya. Hanya dengan menyentuh layar saja anak akan mendapatkan semua informasi yang butuhkan.

Semisal tak boleh dipakai di kamar yang merupakan tempat istirahat atau tak ada gadget di atas meja makan ketika santap bersama keluarga. American Academy of Pediatrics juga menyarankan untuk menjauhi perangkat digital satu jam sebelum waktu tidur. Anak-anak seharusnya aktif bergerak, menjelajahi lingkungan, berinteraksi dengan teman seumurannya, tapi malah sibuk dengan gadget.

Jangan membiarkan anak bermain sendirian, selalu luangkan waktu untuk mendampingi tumbuh kembang sang anak. Ketika anak tidak lagi menggunakan gadget maka peran orang tua dan orang dewasa untuk senantiasa mendampingi anak untuk melakukan berbagai kegiatan sangat dibutuhkan. Tidak hanya membuat aturan untuk anak tapi juga untuk kedua orang tua dan orang dewasa yang hidup bersama sang anak. Hindari melarang anak menggunakan smartphone tapi orang tua tetap asik menggunakannya.

Orang tua dari anak usia 18 sampai 24 bulan yang ingin mengenalkan media digital harus memilih pemrograman berkualitas tinggi. Lalu dampingi dan awasi penggunaannya agar ia mengerti apa yang dilihatnya. Tak selalu di dalam ruangan, anak juga akan belajar lebih banyak di luar ruangan. Dengan bermain di luar rumah, waktu anak dalam bermain gawai akan berkurang. Selain itu, anak anda juga dapat bersosialisasi dengan teman sebaya jika lebih sering bermain diluar ruangan.

Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebut bahwa peran orang tua diperlukan terlebih selama PJJ. Padahal orang tua tetap berfokus dengan gadgetnya plus jadi abai dengan anak-anak? atau apakah orang tua sudah menyiapkan aktivitas pengganti yang lebih seru daripada aktivitas menonton atau bermain gadget? “Dan sebaiknya selama sekolah on-line, setiap 1 jam anak diberikan waktu istirahat agar tidak selalu melihat gadget,” paparnya.

Cara agar anak tidak kecanduan gadget

Masa pandemi juga momen bagi sebagian orang untuk berkumpul dengan keluarga tercinta. Selain itu, menurutnya lebih baik memberikan kesibukan untuk anak dengan kegiatan yang positif, seperti les piano hingga mengaji. Bahkan menurutnya masih dapat menambah aktivitas anak lagi lantaran masih ada waktu luang. Perkembangan teknologi sebenarnya memiliki sisi positif untuk anak, namun apabila tidak dikontrol dengan baik justru dapat menjadi boomerang bagi anak.

Di usia dua tahun, sembilan dari sepuluh anak mendapat paparangadgetyang lebih tinggi dan berpotensi membuat mereka mengalami SDD. Potensigadgetmerusak otak anak bisa lebih tinggi jika si kecil terkena paparangadgetsejak dini. Berikan mereka opsi memilih permainan yang tidak menggunakan layar gadget. Coba Mama Papa perhatikan, jika setiap kali si kecil mencari gadget ketika dia bosan atau sedih, ini menandakan si anak sudah sangat tergantung dengan gadget. Jika sudah masuk tahap lebih akut, anak akan tantrum setiap kali gadget tersebut diambil darinya.

Melainkan, mengambil waktu luang untuk beristirahat dan mengisinya dengan bermain bersama anak. KOMPAS.com – Anak yang lahir di era digitalisasi akan dimanjakan dengan kemajuan teknologi. Buat peraturan tidak boleh menggunakangadgetdi tempat-tempat tertentu. Dan kalaupun Carlo dititipkan di day care, menurut Rieska, dia tidak begitu suka bersosialisasi dengan anak-anak yang lain, cenderung primary sendiri, dan agak egois.

Comments are closed.